Rabu, 19 Februari 2014

Takfiri Warga Inggris Pulang Kampung, Inggris Ketar-Ketir

Inggris Ketar-Ketir, 250 Takfiri Binaannya Pulang Kampung

Akhirnya, mimpi "senjata makan tuan" mulai menghantui pemerintah Inggris yang selama ini aktif menggerogoti kedaulatan Suriah dengan mengimpor para teroris takfiri ke negara itu. Sekitar 250 warga Inggris yang status keagamaannya Muslim baru-baru ini pulang kampung setelah menjalani serangkaian pelatihan militer dan bertempur di Suriah. 
 
Pihak berwenang tentu saja sangat kuatir dengan keadaan ini. Layanan keamanan tidak menghalangi kemungkinan peningkatan risiko serangan teroris jebolan Suriah itu, demikian menukil laporan al-Alam, Rabu, 19/02/14.
 
Layanan keamanan Inggris menerima informasi bahwa lebih dari separuh 400 teroris takfiri warga negaranya yang bertolak ke Suriah untuk ikut berkonflik baru-baru ini, telah kembali ke negara itu. Mengingat fakta bahwa banyak dari mereka yang melakukan kontak langsung dengan kelompok-kelompok teroris Takfiri, terutama al-Qaeda, para ahli menguatirkan kemungkinan terjadinya ketidakstabilan dan naiknya tingkat ancaman teroris.
 
Pada awalnya layanan keamanan Inggris meremehkan bahaya dari situasi ini, dengan melaporkan bahwa jumlah wisatawan berbahaya ini lima kali lebih rendah dari angka yang diungkapkan baru-baru ini. Menurut informasi terbaru, beberapa teroris takfiri itu dikenal sebagai veteran operasi militer, termasuk di Afghanistan dan Pakistan.
 
Pada saat yang sama, pemerintah Inggris berusaha untuk tidak meningkatkan situasi dan tetap berpegang pada retorika masuk akal agar tidak memicu kemarahan publik--baik dari kalanga umat Islam maupun seluruh populasi. Seorang sumber senior Whitehall mengatakan, "Ancaman dari Suriah serius dan menyugukan tantangan nyata bagi badan-badan intelijen. Tapi tidak semua orang yang pulang akan memulai keterlibatannya dalam rencana serangan yang berbasis di Inggris. Untuk beberapa di antaranya, jihad dilakukan, yang lainnya akan membantu orang lain melakukan perjalanan ke Suriah, sementara yang lain akan menggalang dana untuk berperang.".
 
Sementara itu, Kmsi Amal Inggris mengamati secara dekat pelbagai tindakan organisasi yang mendanai individu di Suriah. Direktur umum MI5, Andrew Parker, telah mengatakan pada Parlemen Inggris tahun lalu bahwa mereka telah berhasil menemukan hubungan tertentu di antara warga Inggris yang bertolak ke Suriah dan beberapa organisasi teroris.
 
Di samping fakta bahwa 16 orang yang terkait dengan krisis Suriah telah ditahan atas dugaan melakukan kegiatan teroris sejak awal tahun, pihak berwenang juga kuatir bahwa kaum ekstrimis yang pulang itu akan mempengaruhi kawula muda setempat, serta mendorong mereka berbuat ilegal. Pada saat yang sama, para kritikus berpendapat bahwa pemerintah telah lama tahu tentang aksi tersebut, namun gagal mengambil langkah-langkah nyata untuk mengatasi masalah ini. 
 
Source : Mahdi-News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon tinggalkan pesan dan komentar anda...