Selasa, 18 Februari 2014

Kondisi Lapangan Suriah Terkini 19 Februari 2014

syrian army

Tentara Suriah berhasil merebut basis terakhir pemberontak di perbatasan Lebanon di kota Yabroud, hari Senin (17/2).

Menurut laporan AFP dengan mengutip sumber dari Syrian Observatory, hari Senin militer Suriah terlibat pertempuran hebat dengan kelompok Al Nusra di pinggiran Yabroud, terutama di daerah Ras Maara. AFP juga menyebutkan Yabroud sebagai kota strategis yang sebelumnya menjadi basis pemberontak untuk melakukan serangan-serangan ke kota Maaloula dan Saidnaya serta mengancam jalur Damascus-Homs.


Provinsi Aleppo  
 
Di Provinsi Aleppo yang selama ini menjadi medan perang terhebat, militer Suriah juga berhasil menguasai penuh wilayah Sheikh Najjar dan Talet al-Ghali dan menghancurkan sejumlah persembunyian pemberontak di luar kota Aleppo.

Dalam pertempuran di sekitar penjara pusat kota Aleppo, militer Suriah berhasil menewaskan sejumlah besar pemberontak  yang lagi-lagi gagal merebut penjara tersebut dari pasukan pemerintah. Demikian juga di wilayah pedesaan di sekitar Aleppo seperti Kwairis, Rasem al-Abboud, dan Kafr Saghir hingga kawasan industri Aleppo, militer Suriah berhasil memperkuat kedudukannya.

Unit-unit militer Suriah juga berhasil melenyapkan semua anggota kelompok teroris bersenjata di al Marjeh dan Qadi Askar dan menghancurkan senjata dan amunisi mereka. Sebuah unit tentara bentrok dengan kelompok teroris bersenjata yang mencoba untuk menyerang warga sekitar Masjid al Khasrafiyeh di kota tua Aleppo, menewaskan seluruh anggotanya .

Sejumlah pemberontak teroris yang berafiliasi dengan kelompok Jund al- Sham tewas, termasuk sayap militer kelompok tersebut di daerah al Zara dan al Hosn al Gharbi, Faisal Dawoud Oqla serta teroris asal Lebanon Jamal al Shater .

Sebuah sumber mengatakan kepada kantor berita SANA bahwa unit militer menghancurkan kelompok teroris bersenjata dan menghancurkan sejumlah tempat persembunyian dan pertemuan mereka dengan semua senjata dan amunisi mereka di desa al Khaldiyeh dan al Dar al Kabira dan di al Masabigh dan al  Qarabis. 

Provinsi Hama

Pasukan Suriah Merebut Desa di pusat kota Hama

Tentara Suriah telah berhasil merebut kembali desa Alawite di Pusat Provinsi Hama setelah menyerang militan yang telah menewaskan lebih dari 40 warga sipil pada awal bulan ini, laporan mengatakan.
 
Pasukan tentara Suriah melancarkan serangan balasan melawan militan asing yang didukung yang beroperasi di Pusat Provinsi Hama, mengambil kendali penuh desa Maan, kantor berita negara SANA mengatakan Senin (17/2).
 
"Pasukan Angkatan Darat telah mengendalikan secara total atas Maan, setelah menghancurkan para teroris yang  menyusup ke (desa) dan melakukan pembantaian terhadap warga sipil, menewaskan puluhan dari mereka,  termasuk perempuan," kata lembaga itu.
 
Lembaga Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, yang memilki jaringan mata-mata yang bekerja untuk oposisi yang didukung asing, mengatakan bahwa militan menyerang desa pada tanggal 9 Februari, membunuh pejuang pro-pemerintah .
 
Namun, para pejabat Suriah mengatakan  kebanyakan korban terutama perempuan dan anak-anak dan menuduh ekstremis melakukan pembantaian di desa.
 
Hari Senin pasukan tentara membom militan di Provinsi Homs, setelah PBB dan Suriah Red Crescent mengevakuasi  sekitar 14.000 penduduk yang terjebak di daerah yang dikontrol miltan.
 
Operasi evakuasi itu terjadi setelah ada kesepakatan gencatan senjata dicapai, namun kemudian gagal setelah ada bentrokan dan penembakan meletus pada hari Minggu.
 
Suriah telah dicengkeram oleh kekerasan mematikan sejak Maret 2011. Menurut laporan, kekuatan Barat dan sekutu regional mereka-terutama Qatar, Arab Saudi, dan Turki - yang mendukung militan yang beroperasi di dalam wilayah Suriah.

Gencatan Senjata di Damaskus


Pasukan pemerintah Suriah dan pemberontak di beberapa wilayah kunci di sekitar Damaskus mencapai kesepakatan gencatan senjata sekalipun perundingan damai di Jenewa menemui jalan buntu.
 
Situs berita Daily Star sebagaimana dikutip Tasnim News (18/2) melaporkan, kendati perwakilan pemerintah dan pemberontak Suriah tidak berhasil mencapai kemajuan di perundingan damai Jenewa, namun militer Suriah dan pemberontak berhasil mencapai kesepakatan gencatan senjata di sejumlah wilayah kunci di sekitar Damaskus.
 
Wartawan kantor berita Perancis di wilayah Babila, di sekitar wilayah Selatan Damaskus mengabarkan, pemberontak dan militer Suriah yang keduanya bersenjata terlihat sedang berbincang-bincang satu dengan lainnya. Kejadian yang sama sekali sulit dibayangkan dapat terjadi beberapa hari lalu.
 
Gencatan senjata ini dicapai 18 bulan setelah serangkaian pertempuran besar di sekitar ibukota Suriah antara pasukan pemerintah dan pemberontak terjadi. Selain di wilayah Babila, gencatan senjata juga diberlakukan di wilayah Madamia, Qudsia, Beit Sham, Yalda dan Yarmouk.
 
Kesepakatan yang dicapai berkat mediasi tokoh-tokoh masyarakat itu meliputi gencatan senjata, pencabutan blokade, penyaluran bahan makanan di wilayah-wilayah yang dikuasai pemberontak, penyerahan senjata-senjata berat milik kelompok bersenjata kepada pasukan Suriah dan dikibarkannya bendera Suriah.
 
Pada saat yang sama kesepakatan baru juga akan dicapai di salah satu lokasi pemberontak bersenjata di Timur Laut Damaskus dan negosiasi untuk memberlakukan gencatan senjata sedang dilakukan di Daraa, Barat Daya Damaskus.
Salah seorang wartawan kantor berita Perancis yang dikawal pasukan pemerintah Suriah mengunjungi wilayah Babila dan melaporkan bahwa warga setempat meneriakkan slogan-slogan persatuan. 

Source : 
IRIB Indonesia, LiputanIslam, almanar.com, Mahdi-News

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon tinggalkan pesan dan komentar anda...