Kamis, 20 Februari 2014

Analisa Emas 21 February 2014 : Emas Rebound Karena Beberapa Data Ekonomi Mengecewakan


Emas Rebound Karena Beberapa Data Ekonomi Mengecewakan

Harga Emas kembali naik pada hari Kamis karena data manufaktur China dan AS yang mengecewakan, namun secara keseluruhan masih ada peningkatan dalam kondisi ekonomi global ketika pengurangan stimulus oleh Federal Reserve masih terus akan dilakukan.

Risiko suku bunga negatif tetap menjadi perhatian yang penting dan bukan hanya dengan the Fed. IMF memperingatkan kemarin bahwa "ada risiko yang baru berasal dari inflasi yang sangat rendah di kawasan Eropa, di mana ekspektasi inflasi jangka panjang mungkin akan turun, meningkatkan risiko deflasi."

Deflasi di definisikan sebagai "fenomena yang merusak dan self-reinforcing yang melemahkan ekonomi." Ini adalah ketakutan terbesar dari para pembuat kebijakan (di luar dari Bundesbank). "Jika inflasi adalah kesukaran, maka deflasi adalah kesukaran yang harus diperangi tegas," kata Christine Lagarde dari IMF.


Di pasar fisik, dealer terus mengharapkan aksi beli pada harga murah pada perhiasan emas di Asia, sementara rencana India untuk menjaga pajak pada impor emas, pada saat ini bisa mendukung sentimen di pasar fisik karena akan menyebabkan lebih banyak penyelundupan.

Dilaporkan, lima negara penerima ekspor emas Swiss pada bulan Januari berada di Asia, dimana Hong Kong menjadi tujuan utama bagi pengiriman emas dari Eropa, menurut data dari kantor bea cukai Swiss pada hari Kamis.

Hong Kong menerima emas senilai 3.073 milyar Swiss franc pada bulan lalu, atau 44,3% dari total ekspor. India, Singapura, Uni Emirat Arab merupakan empat tujuan ekspor lainnya. Sumber utama impor emas Swiss adalah Inggris, yang menyumbang 60% dari impor emas.

Pada pergerakan hari Kamis kemarin, perdagangan emas dibuka pada kisaran USD  1311.05 per troy ounce. Sejak pembukaan market, harga emas sempat melemah di pasar Asia dengan bergerak ke bawah menuju harga terendah hariannya pada kisaran USD 1307.28 per troy ounce. Emas kembali mendapatkan support dengan bergerak ke atas menuju harga tertinggi hariaanya pada kisaran USD 1324.92 per troy ounce. Akhirnya pergerakan emas di tutup pada kisaran USD 1322.79 per troy ounce. Pergerakan emas kembali mendapatkan keuntungan terhadap dollar sebanyak USD 11.74.

Secara umum, pergerakan emas pada grafik 4 jam-an masih terus bergerak bullish. Harga emas terlihat berada di antara indikator simple moving average 50 dan 20 yang merupakan area support dan resistan bagi pergerakan emas.  Indikator relative strength index (RSI 14) berada di level 58 dengan memberikan indikasi harga berada dalam kondisi bullish minor. Demikian juga, indikator momentum 14 memberikan indikasi akan bergerak  bearish minor.


Secara umum, pergerakan emas pada grafik 4 jam-an terlihat berada dalam kondisi bullish dan saat ini harga emas terlihat sedang melakukan fase rebound dengan menguji resistan USD 1331.92 per troy ounce. Sebaliknya waspadai jika harga emas melemah terhadap dollar dengan menembus support USD 1308.21 per troy ouncemembuka potensi harga emas akan bergerak ke bawah menuju support USD 1293.54 per troy ounce.

Analisa Emas - 21 Februari 2014

Harga emas diperdagangkan menguat tajam pada sesi perdagangan kamis (20/2) dengan setelah data klaim pengangguran AS menunjukan hasil cenderung lebih buruk dari yang diperkirakan sebelumnya. Harga emas juga menerima dorongan cukup kuat mencerna bahwa Tapering belum lagi dilakukan oleh Federal Reserve AS.
Harga emas berjangka kontrak April menyelesaikan sesi perdagangan Kamis (20/2) dengan keuntungan sebeasar $3.5 atau 0.30% berakhir pada $1,316.90 per ounce di divisi Comex New York Mercantile Exchange. 
Dipasar spot, harga emas menyelesaikan sesi perdagangan Kamis (20/2) dengan keuntungan sebesar $11.90 atau 0.91% berakhir pada level $1,322.70. Sebelumnya harga emas spot sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,324.85 dan serendah $1,307.45. 
Berita Terbaru,
Klaim penangguran AS, dirilis dengan angka yang lebih tinggi pada 336.000 dari angka perkiraan dan angka sebelumnya pada 335.000 (F) dan 339.000 (P). 
Dari data inflasi AS, tingkat inflasi AS naik dengan kecepatan yang sama dari periode sebelumnya pada 1.6%. laju inflasi yang cenderung data mencerminkan kondisi ekonomi yang cenderung tidak berubah.
Dalam pertemuan FOMC yang berlangsung selama sesi perdagangan AS kemarin menunjukkan bahwa adanya beberapa anggota member FOMC tidak menyetujui seputar prospek suku bunga jangka pendek,inflasi dan pasar tenaga kerja. Dua member FOMC telah menolak keras melajutkan pengurangan lebih lanjut terlalu cepat terhadap program pembelian Aset.
Dalam pertemuan yang berlangsung, FOMC tidak memberikan signal yang jelas tentang kebijakan yang diambil. Yang jlas pada saat ini, tidak ada pengurangan kebih lanjut tas kebijakan yang diambail. Putaran pembelian Aset bertahan pada level $65 miliar per bulan.
Sejak awal tahun, Fed AS telah melakukan aksi tapering sampai dengan $20 milliar (akumulasi) yang dilakukan dalam dua tahap. Pasar emas nampak menyikapi hal tersebut dengan penuh denga keraguan.
Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar emas diperkirakan akan diperdagangkan dengan volume yang besar. Emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,325.30 - $1,306.80. Perhatikan masing-masing batas atas (resistance) dan batas bawah (support) kirasan pergerakan harga tersebut.
Alternatif Posisi :
 
Outlook : Netral
Short Term Trade : 
- Buy If Break $1,332.50
  Target : $1,335.00 ; $1,338.00
- Sell If Break $1,316.50
  Target : $1,313.50 ; $1,310.00
Source : 
antamgold.com,kedaitrader.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon tinggalkan pesan dan komentar anda...