Selasa, 22 April 2014

"Propaganda Media Barat Bikin Bingung" : Neil Clark


Stop media propaganda
Stop media propaganda
(Berikut adalah tajuk rencana yang ditulis wartawan investigatif senior Barat, Neil Clark, yang dipublikasikan oleh Global Research).

Saya bingung. Beberapa minggu lalu, kami di Barat diberitahu bahwa orang-orang yang menduduki gedung-gedung pemerintah di Ukraina merupakan hal yang sangat baik. Orang-orang itu, sebagaimana kami diberitahu para pemimpin politik dan komentator media elit kami, adalah "demonstran pro-demokrasi".

Pemerintah AS memperingatkan pihak berwenang Ukraina untuk tidak menggunakan kekuatan terhadap "demonstran pro-demokrasi" itu, sekalipun jika beberapa dari mereka merupakan kaum neo-Nazi yang melemparkan bom molotov dan hal-hal lain pada polisi dan menghancurkan patung-patung dan membakar gedung-gedung.

Sekarang, hanya beberapa minggu kemudian, kami diberitahu bahwa orang-orang yang menduduki gedung-gedung pemerintah di Ukraina bukanlah "demonstran 'pro-demokrasi" melainkan "teroris" atau "militan".

Mengapa pendudukan gedung-gedung pemerintah di Ukraina dipandang sangat baik pada bulan Januari 2014, tapi dipandang sangat buruk pada bulan April? Mengapa penggunaan kekuatan oleh penguasa terhadap pemrotes sepenuhnya tidak dapat diterima pada bulan Januari, namun sekarang dapat diterima (bahkan diperintahkan AS)? Saya ulangi:

"Saya bingung. Siapa yang dapat membantu saya?"

Para pengunjuk rasa anti-pemerintah di Ukraina selama musim dingin menerima kunjungan beberapa politisi Barat terkemuka, termasuk Senator AS John McCain dan Victoria Nuland dari Departemen Luar Negeri AS, yang membagi-bagikan kue gratis. Namun terdapat gelombang protes anti-pemerintah yang sangat besar di banyak negara Eropa Barat dalam beberapa pekan terakhir, yang tidak menerima dukungan semacam itu, baik dari tokoh-tokoh semacam itu atau dari para komentator media Barat elit. Juga tak ada pemrotes yang mendapatkan kue gratis dari para pejabat di Departemen Luar Negeri AS.

Tentunya jika mereka begitu tertarik pada protes jalanan anti-pemerintah di Eropa, dan menganggap mereka sebagai bentuk sebenarnya dari ' demokrasi ', McCain dan Nuland juga akan menunjukkan solidaritas pada para pengunjuk rasa jalanan di Madrid, Roma, Athena, dan Paris?

"Saya bingung. Siapa yang dapat membantu saya?"

Beberapa minggu lalu, saya melihat sebuah wawancara dengan Menteri Luar Negeri AS John Kerry yang mengatakan , "Anda tidak dapat begitu saja menyerang negara lain dengan dalih palsu guna memaksakan kepentingan Anda." Tapi saya ingat, AS melakukan itu lebih dari satu kali dalam 20 tahun terakhir atau lebih.

Apakah saya salah ingat soal "klaim bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal"? Apakah saya bermimpi kembali ke tahun 2002 dan awal 2003 saat para politisi dan pakar neocon muncul di TV setiap hari untuk memberitahu kami bahwa kita harus pergi berperang melawan Irak karena ancaman yang ditimbulkan senjata mematikan Saddam?
Lantas mengapa suara demokrasi di Crimea untuk bergabung kembali dengan Rusia dianggap lebih buruk dari invasi Irak yang brutal dan berdarah-darah--yang menyebabkan kematian hingga 1 juta orang?

"Saya bingung. Siapa yang dapat membantu saya?"

Kami juga diberitahu politisi Barat yang berpenampilan sangat serius dan "para pakar" bahwa referendum Crimea tidak absah karena diselenggarakan di bawah "pendudukan militer". Tapi, saya baru saja menyaksikan liputan pemilu di Afghanistan, yang diselenggarakan di bawah pendudukan militer, yang telah dipuji tokoh-tokoh barat terkemuka, seperti kepala NATO Anders Fogh Rasmussen, sebagai "momen bersejarah bagi Afghanistan" dan sukses besar bagi "demokrasi". Mengapa pemilihan suara Crimea disepelekan, sementara pemilihan suara Afghanistan dirayakan?

"Saya bingung. Siapa yang dapat membantu saya?"

Suriah juga agak membingungkan. Kami telah dan sedang diberitahu bahwa kelompok teror Wahhabi (anti-Islam) radikal menimbulkan ancaman terbesar bagi perdamaian dan keamanan kita, serta 'cara hidup' kita di Barat. Bahwa al-Qaeda dan kelompok-kelompok lainnya harus dihancurkan: bahwa kita perlu melancarkan "Perang Melawan Teror' tanpa henti melawan mereka. Tapi di Suriah, pemimpin kita telah berpihak pada kelompok-kelompok radikal semacam itu dalam perang melawan pemerintahan sekuler yang menghormati hak-hak minoritas agama, termasuk Kristen.

Ketika bom yang diledakkan al-Qaeda atau afiliasi mereka menghantam Suriah dan warga tak bersalah dibunuh, tak ada kecaman dari para pemimpin kita: kecaman mereka hanya menyasar pemerintah Suriah sekuler yang sedang memerangi kelompok Wahhabi-takfiri radikal, yang membuat para pemimpin dan komentator media elit kita putus asa untuk menggulingkannya.

"Saya bingung. Siapa yang dapat membantu saya?"

Kali ini soal hak-hak kaum pariah, gay. Kita diberitahu bahwa Rusia adalah negara yang sangat buruk dan terbelakang karena telah mengeluarkan peraturan yang melawan promosi homoseksualitas kaum minoritas. Namun para pemimpin kita yang memboikot Olimpiade Musim Dingin di Sochi karena undang-undang ini malah mengunjungi negara-negara Teluk di mana kaum homoseksual gampang dipenjara atau bahkan dihukum mati, dan merangkul hangat para penguasa di sana, tanpa menyebutkan masalah hak-hak gay sama sekali.

Tentunya (dalam logika penguasa AS yang pro-homoseksualias) pemenjaraan atau eksekusi terhadap kaum gay jauh lebih buruk ketimbang undang-undang yang melarang promosi homoseksualitas? Mengapa, jika mereka benar-benar peduli terhadap hak-hak gay, para pemimpin kita malah menyerang Rusia, bukan negara-negara yang memenjara atau mengeksekusi kaum gay?

"Saya bingung. Siapa yang dapat membantu saya?"

Kita diberitahu dalam banyak artikel suratkabar bahwa partai ultra- nasionalis Hungaria, Jobbik, sangat buruk dan kebangkitannya menyulut perhatian besar, meskipun [partai] itu tidak terlibat dalam pemerintahan, atau baru bersifat kemungkinan. Namun kaum neo-Nazi dan ultra-nasionalis yang memiliki posisi dalam pemerintahan baru Ukraina justru dengan penuh antusias didukung para pemimpin kita di Barat. Kaum neo-Nazi serta kelompok sayap kanan itu juga memainkan peran kunci dalam penggulingan pemerintah Uraina yang terpilih secara demokratis pada bulan Februari lalu, yang disorak-sorai Barat sebagai "revolusi". Mengapa kaum ultra-nasionalis dan kelompok kanan-jauh tidak dapat diterima di Hungaria, namun sangat diterima di Ukraina?

"Saya bingung. Siapa yang dapat membantu saya?"

Kami diberitahu bahwa Rusia itu kekuatan imperialis yang agresif, dan kekhawatiran NATO adalah tentang melawan "ancaman" Rusia. Tapi lain hari, saya melongok peta dan di situ saya dapat melihat banyak negara-negara yang dekat (dan berbatasan) dengan Rusia merupakan anggota NATO, aliansi militer pimpinan AS yang anggotanya telah mengebom dan menyerang banyak negara dalam 15 tahun terakhir. Saya tidak melihat negara-negara yang berdekatan dengan AS, yang merupakan bagian dari aliansi militer Rusia, atau pangkalan militer Rusia atau rudal yang terletak di luar negeri yang berbatasan atau dekat dengan AS. Namun kami diberitahu Rusia merupakan "negara agresif.

"Saya bingung. Siapa yang dapat membantu saya?" (IT/GR/rj)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

mohon tinggalkan pesan dan komentar anda...