Selasa, 07 Januari 2014

Oposisi Suriah Bertumbangan dan Memprihatinkan....

Bentrok dengan Pasukan Suriah, Puluhan Militan Tewas 

Senin, 2014 Januari 06 


Puluhan militan yang disponsori oleh berbagai pihak asing tewas dalam bentrokan dengan militer Suriah di kota Idlib dan Homs.

Menurut sumber militer yang berbicara secara anonim, pasukan Suriah dalam operasinya di kota Idlib pada Senin (6/1) menyerbu tempat persembunyian militan di Bennish, sebuah wilayah di barat laut kota tersebut dan menewaskan 27 teroris.

Sementara itu, operasi dial-Rasta, barat kota Homs telah menewaskan 30 militan.

Arab Saudi dan Terorisme di Timur Tengah

Arab Saudi Akar Terorisme di Timur Tengah
Majed al-Majed
Seorang anggota parlemen Iran mengatakan Arab Saudi adalah akar penyebab terorisme di Timur Tengah, menyerukan PBB untuk mengambil tindakan untuk mencegah penyebaran kekerasan di Timur Tengah.

"Arab Saudi adalah pendukung terorisme di wilayah tersebut dan dengan menciptakan ketegangan dan kekacauan di negara-negara seperti Libanon, Irak dan Suriah, Saudi berusaha untuk menyelamatkan keluarga Al Saud dari Kebangkitan Islam dan perkembangan regional, "kata Anggota Komite keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Majlis Evaz Heidarpour dalam wawancara Senin 6/1/14.

Rusia Siapkan Program Serangan Militer ke Saudi dan Qatar...?




Salah satu televisi Amerika Serikat mengumumkan, petinggi militer Rusia mengabarkan tentang kesiapannya untuk melakukan serangan militer ke ibukota Arab Saudi dan Qatar.

Situs berita CNN seperti dikutip Tasnim News (7/1) melaporkan, menyusul meningkatnya ketegangan antara Rusia dan Saudi terkait masalah Suriah dan meluasnya tuduhan-tuduhan kedua negara itu soal aksi teror di Rusia, seorang pejabat tinggi militer Angkatan Udara Rusia mengatakan, "Moskow telah mempersiapkan sejumlah program yang diperlukan untuk melakukan langkah militer ke Riyadh dan Doha."

Senin, 06 Januari 2014

Teroris vs Densus 88: Logika Tabrir?

Oleh : Dina Y. Sulaeman

Penggerebekan terhadap ‘terduga’ teroris di Ciputat pada malam Tahun Baru oleh Densus 88 yang mengakibatkan kematian enam orang, memunculkan tuduhan bahwa Densus 88 telah melanggar HAM. Bahkan Kontras telah merilis pernyataan bahwa “Berangkat dari temuan awal dan informasi media massa, KontraS menganggap kematian enam terduga teroris; Hidayat, Nurul Haq, Fauzi, Rizal, Hendi, dan Edo- tidak wajar dan mengandung unsur-unsur pelanggaran prosedur hukum serta hak asasi manusia, termasuk hak asasi warga yang terkena dampak.”

Bahwa Densus 88 sangat berkepentingan dengan ‘proyek’ terorisme dan menerima dana asing untuk proyek ini, memang menimbulkan kecurigaan besar. Apalagi, seperti diungkapkan KontraS dalam pernyataannya, terlihat memang banyak kejanggalan dalam operasi terorisme ini.

Sayangnya, fakta kejanggalan ini kemudian ‘digoreng’ pihak-pihak tertentu untuk mengaburkan fakta soal terorisme itu sendiri. Mereka menggunakan kesalahan Densus 88 sebagai argumen bahwa: (1) korban ‘terduga’ teroris adalah orang-orang tak bersalah,  (2) korban tidak ada kaitan sama sekali dengan terorisme, (3) dan bahkan ‘teroris’ itu sendiri sebenarnya tidak ada, hanya buat-buatan Densus 88 untuk mencari dana besar dari luar negeri.

Jauhi Fitnah!

Nabi Muhammad sudah memperingatkan akan adanya FITNAH kepada kita. Akan ada banyak pembunuhan bahkan akan ada perang besar antara 2 kelompok Islam. Jika itu terjadi (sepertinya sudah terjadi di Libya dan sekarang Suriah), hendaknya kita bergabung kepada Jama’ah Islam/kelompok terbesar Islam: Dari ‘Umar bin Khaththab ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

 عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةَ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنَ الاِثْنَيْنِ أَبْعَدُ وَمَنْ أَرَادَ بِحَبْحَةِ الْجَنَّةِ فَعَلَيْهِ بِالْجَماعَةِ

“Tetaplah bersama jamaah dan waspadalah terhadap perpecahan. Sesungguhnya setan bersama satu orang, namun dengan dua orang lebih jauh. Dan barang siapa yang menginginkan surga paling tengah maka hendaklah bersama jamaah.” [HR Ahmad, Tirmizi, dan Al Hakim]

Rabu, 05 Juni 2013

Watak Yahudi dan Laba-Laba Takfiri



Laba-Laba Takfiri

ANDAI MAU berpikir sejenak, kita segera bisa menemukan kesamaan mengejutkan antara kaum takfiri di satu sisi dan, di sisi lain, zionis. Mereka setali tiga uang dalam pola pikir dan modus operandi teror. Ini menyedihkan, sebenarnya. Sebab sekuat apapun kita mencoba untuk memisahkannya, hanya ada tembok tebal yang menghadang. Begini: tiap kali dua kelompok ini berada di atas angin, maka mereka akan gembar-gembor menantang seluruh dunia, bernafsu menaklukkan siapa saja, meremehkan semua yang hendak melawannya dan sama-sama mendapat mandat dari Sang Pencipta langsung untuk berkuasa terhadap siapa saja. Ambisi yang demikian besar ini sesungguhnya lahir dari ketidakpercayaan yang sangat terhadap tujuan mereka sendiri dan juga lahir dari kekufuran yang mengerikan akan adanya kekuasaan Ilahi di balik pengaturan segala sesuatu. Nyaris kita tidak menemukan sedikit kerendahan hati pada mereka.

Minggu, 26 Mei 2013

Pidato Sayid Hasan Nasrullah Terkait Lebanon, Syria dan Palestina

Nasrullah Menjanjikan Kemenangan Sama Seperti Kemenangan Perang 33 Hari

Sayid Hasan Nasrullah

Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Islam Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah menyatakan, "Jika Suriah berhasil ditumbangkan oleh Amerika Serikat, kelompok takfiri dan anasir-anasirnya di kawasan, maka muqawama akan terkepung dan Israel akan terjun ke Lebanon untuk mendiktekan persyaratannya, dan Lebanon kembali akan jatuh ke tangan Israel."

FNA melaporkan, Nasrullah dalam pidatonya Sabtu 25 Mei mengatakan, "Jika pemerintah Suriah terguling, maka masalah Baitul Maqdis akan terlupakan dan bangsa-bangsa di kawasan akan melalui era-era sulit, gelap dan tragis."

"Sekarang, dalam perang yang terjadi, kami dihadapkan pada dua kelompok, pertama poros Barat dan Amerika Serikat yang meletakkan pion-pion takfirinya di medan pertempuran dan sekarang di ambang kehancuran, kelompok kedua adalah sebuah pemerintahan yang mendukung muqawama dan menyerukan perundingan. Hizbullah tidak mungkin bersama front yang meliputi Amerika Serikat, Israel dan pihak-pihak yang mendukung para penggali makam dan pemakan jantung," tutur Nasrullah.

Rabu, 22 Mei 2013

Peran Hizbullah di Suriah



Assad bersama Tentara Arab Suriah
Assad bersama Tentara Arab Suriah
MASALAHNYA sederhana, cukup sederhana: jika para pendukung teroris Suriah mampu melakukan lebih dari yang sudah mereka lakukan selama ini, maka pasti mereka telah melakukannya di hari-hari yang lewat. Tapi, seperti kata pepatah, semua kekuatan ada batasnya. Dan kini giliran blok pendukung teroris Suriah yang sedang terbentur dinding tebal itu. Teriakan ancaman yang nyaring mereka kumandangkan hari-hari ini lebih terdengar seperti rintihan sakaratul maut para tikus ketimbang sesuatu yang laten.

Sabtu, 11 Mei 2013

Penghinaan Kaum Wahabi-Salafi atas Kuburan Al-Baqi


Oleh: Doddy Salman

Rabu 8 Syawal 1345 Hijriah bertepatan dengan 21 April 1925 mausoleum (kuburan besar yang amat indah) di Jannatul al-Baqi di Madinah diratakan dengan tanah atas perintah Raja Ibnu Saud.. Di tahun yang sama pula Raja Ibnu Saud yang Wahabi itu menghancurkan makam orang-orang yang disayangi Rasulullah Saw (ibunda, istri, kakek dan keluarganya) di Jannat al-Mualla (Mekah).

Penghancuran situs bersejarah dan mulia itu oleh Keluarga al-Saud yang Wahabi itu terus berlanjut hingga sekarang. Menurut beberapa ulama apa yang terjadi di tanah Arabia itu adalah bentuk nyata konspirasi Yahudi melawan Islam, di bawah kedok Tauhid. Sebenarnya, tujuan utamanya adalah secara sistematis ingin menghapus pusaka dan warisan Islam yang masih tersisa agar Kaum Muslim terputus dari sejarah Islam.

Rusia Tetap Jual Misil S-300 ke Suriah

Sabtu, 11 Mei 2013 15:20 wib
Aulia Akbar - Okezone
Foto : Misil S-300 (RIA Novosti)  
Foto : Misil S-300 (RIA Novosti)

BEIRUT - Rusia mempertahankan keputusannya untuk menjual sistem pertahanan udara ke Pemerintah Suriah. Namun belum jelas, apakah Negeri Beruang Merah itu akan menjual misil S-300 yang ditakuti oleh Israel.