Kamis, 21 Mei 2015

TRADISI DUSTA FIRANDA KE-2 (lanjutan)


LANJUTAN (oleh Syaikh Idahram)


 
Saud pun menggiring mereka turun. Penyerangan berlanjut selama satu jam dengan baku hantam dan saling bunuh. Pertempuran terjadi sangat sengit. Banyak terbunuh di antara mereka dari kafilah yang berjumlah sekitar 300 orang lelaki. Kaum muslimin (baca: kaum Wahabi) telah membantai mereka dan mengambil semua yang ada pada mereka
 
dari uang, pakaian, perhiasan, onta dan lainnya. Telah dibunuh dari mereka sekitar 70 orang lelaki di antaranya: Zamil ibnu Zaid, Zaid al-Hazani dan Sinan ibnu Syahin.”[1]

b. Kitab Unwan al-Majd halaman 169-170: 
 
“Kejadian tahun 1204 Hijriyah.

TRADISI DUSTA FIRANDA KE-2

WAHABI SEKTE BENGIS
Oleh: Syaikh Idahram

Dusta Firanda ke-2, dia berkata:
“Sungguh terlalu banyak fitnah dan tuduhan dusta yang telah dilontarkan kepada beliau (pendiri Wahabi, Ibnu Abdul Wahab). Di antara tuduhan yang santer ditempelkan kepada beliau, yaitu sebagai berikut:
a.   …
b.   Tuduhan bahwasanya beliau adalah suatu sekte yang bengis, yaitu sekte Khawarij yang telah dikabarkan oleh Nabi s.a.w. dalam banyak hadis-hadisnya.”[1]
Sesungguhnya apa yang telah disampaikan Syaikh Idahram dalam bukunya “Sejarah Berdarah Sekte Salafi Wahabi” bukan tuduhan dusta, tetapi kenyataan berdasarkan bukti-bukti ilmiah. Mari kita buktikan kembali dengan membuka kitab-kitab Salafi Wahabi, apakah Wahabi bengis atau tidak?! Jangan asal bicara! 
Pertama, lihat dalam buku di tangan pembaca ini pada pembahasan tentang pembantaian Wahabi terhadap ribuan jamaah haji dan warga sipil, silahkan lihat pada judul: “Fakta Pembantaian Jamaah Haji” di halaman 149 dan “Pembunuhan & Pembantaian Ribuan Orang” di halaman 181.
Kedua, ulama-ulama sejarah yang menyatakan, Wahabi telah memerangi dan membunuhi kelompok lain yang tidak sepaham dengan mereka dari umat Islam di Jazirah Arab dan sekitarnya, bukan hanya ulama-ulama di luar Wahabi, melainkan juga para sejarawan Wahabi yang berbangga dengan kenyataan itu! Seperti Utsman Ibnu Bisyr dalam bukunya Unwan al-Majd dan Hussein ibnu Ghannam dalam bukunya Tarikh Najd.
Baiklah, kami nukilkan sedikit saja dari bentuk-bentuk penyerangan dan pembunuhan yang dilakukan Wahabi, sebagai gambaran sejauh mana kebengisan mereka. Selebihnya bisa pembaca buka sendiri buku-buku sejarah yang ditulis oleh ulama-ulama Wahabi.[2] Bahkan ada buku sejarah Wahabi yang penulisannya berdasarkan dikte, pantauan dan bimbingan dari pendiri Wahabi itu sendiri, Ibnu Abdul Wahab, yaitu kitab Tarikh Najd karya Ibnu Ghannam.
Sebelum menukilkan bentuk-bentuk penyerangan dan pembunuhan yang dilakukan Wahabi, kami sampaikan terlebih dahulu bukti ilmiah dari buku-buku Wahabi tentang sejauh mana peran Ibnu Abdul Wahab dalam penyerangan dan pembantaian terhadap umat Islam, yang mereka namakan sebagai jihad:
Kitab Unwan al-Majd halaman 184. Semua Penyerangan dan pembunuhan Wahabi terhadap kaum muslimin atas perintah pendiri Wahabi, Ibnu Abdul Wahab, bahkan dia yang menyiapkan pasukannya:

TRADISI DUSTA FIRANDA KE-1 (lanjutan 2)

LANJUTAN DARI SEBELUMNYA... (Syaikh Idahram)
 
8. Ad-Durar as-Saniyyah, jilid 8, halaman 391:
 
“Karena sesungguhnya aku (Abdul Latif) menaruh hormat atas apa yang telah dilakukan oleh Saud berupa pembangkangannya atas umat Islam dan imamnya (yakni khalifah Turki Utsmani, pen.). Dia (Saud) memerangi umat Islam, yang baik maupun yang jahatnya, kecuali yang mau mentaatinya dan bergabung dengannya. Adapun Abdullah telah memperoleh baiat dan kepemimpinan syar’i (umat Islam) secara umum. Kemudian setelah itu, aku mendapat informasi tentang dirinya bahwa, dia menyurati negara kafir yang bejad itu, meminta bantuannya dan memintanya untuk datang ke negara muslim ini.”[1]

Lalu pada halaman 393, cucu dari Ibnu Abdul Wahab itu melanjutkan ucapannya dengan pengkafiran dan caci-maki:
 



9. Kitab Qurrah Uyun al-Muwahhidin halaman 48-49: 
“Setelah itu, datang kepada kami berita besar yang keji dan sangat menyesakkan dada, memadamkan bendera-bendera Islam; mengusung panji syirik kepada Allah dan penyembahan berhala di negeri ini yang sebelum itu Islam kokoh berdiri dan perkasa atas musuh-musuh Allah, yaitu dengan datangnya tentara-tentara Turki Utsmani dan penguasaan mereka atas Ahsaa yang dipimpin oleh seorang thaghut mereka, Daud ibnu Girgis. Dia mengajak untuk syirik kepada Allah dan penyembahan iblis.”[1]