Kamis, 21 Mei 2015

Tradisi Dusta Firanda Ke-4: Sangat Berani Berdusta

USTAD TUKANG TUDUH

Dusta Firanda ke-4, dia berkata:
“Ketiga, adapun perkataan Idahram: Lalu dengan begitu senangnya dia (Ibnu Bisyr) berkata:
"ولم يحج في هذه السنة أحد من أهل الشام ومصر والعراق والمغرب وغيرهم إلا شرذمة قليلة من أهل المغرب لا اسم لهم."
‘Tidak ada seorang pun dari penduduk Syam, Mesir, Irak, Maghrib, dan yang lainnya dapat berhaji pada tahun ini, kecuali hanya segelintir orang dari penduduk Maghrib yang tidak dikenali.’ (Unwan al-Majd, jilid 1, hlm. 143)
Maka (kalimat) ini merupakan kedustaan yang nyata dan dongeng yang dibuat oleh Idahram… Sungguh memalukan Idahram ini, suka berdongeng tapi dongengnya tidak masuk akal. Idahram hendak berdusta, tetapi alhamdulillah ia tidak pandai berdusta!”[1]
Begitulah akhlak seorang ustad Salafi Wahabi, dia yang salah tapi dia yang paling marah, lalu menuduh orang pendusta, pendongeng, Syiah, SEPILIS, tidak masuk akal, menipu, mengigau, tidak punya rasa malu, kolektor dusta dan segudang-sumpah serapah ala Wahabi. Memang aneh ustad Salafi Wahabi yang satu ini, dia mengaku telah membaca kitab Unwan al-Majd, bahkan meneliti, mencocokan dan mengecek kitab tersebut tapi tidak mengetahui isinya. Lalu apa yang telah dia baca?!
Jika saja benar Firanda telah membaca kitab tersebut, maka dia tidak akan berkata seperti itu, karena dia pasti menemukan kalimat yang dia tuduh sebagai dongeng yang tidak masuk akal itu. Ini hasil scan teks dari kitab tersebut: