Jumat, 29 Desember 2017

Al-Qaeda mengakui adanya kerugian besar dalam pertempuran di Damaskus barat, komandan mengaku jumlahnya

BEIRUT, LEBANON (10:30 AM) - Seorang komandan kelompok Al-Qaeda yang berafiliasi dengan Ha'yat Tahrir al-Sham (dahulu disebut Jabhat al-Nusra dan Jabhat Fateh al-Sham) telah mengakui kamera dengan jumlah pejuang jihad terbunuh dalam pertempuran dengan Angkatan Darat Arab Suriah di wilayah lembah Beit Jinn di provinsi Damaskus barat.
Menurut angka yang dikeluarkan oleh seorang komandan Ha'yat Tahrir al-Sham di depan kamera (cuplikan yang tersedia di bagian bawah artikel ini), sekitar 400 militan jihad telah tewas dalam pertempuran terakhir antara pasukan pro-pemerintah dan kelompok bersenjata untuk mengendalikan wilayah lembah Beit Jinn.

Kamis, 28 Desember 2017

NOUR AL-DIN AL-ZENKI MENYEDIAKAN WARPLANES RUSIA DENGAN KOORDINAT POSISI HAYAT TAHRIR AL-SHAM - LAPORAN


Gerilyawan Nour al-Din al-Zenki telah memberikan koordinat posisi Hay'at Tahrir al-Sham (dahulu Jabhat al-Nusra, cabang al-Qaeda Suriah) ke Rusia untuk serangan udara lebih lanjut, SMM Suriah melaporkan pada tanggal 27 Desember.
"Rekaman itu menunjukkan tiga orang bertopeng dan camo bergerak satu demi satu menyusuri lorong sempit. Seorang juru kamera beserta yang lainnya dipersenjatai dengan senapan serbu Kalashnikov. Mereka memasuki ruangan sambil berteriak "Allahu akbar". Tidak ada orang di sana, tapi sekumpulan dokumen tersebar di mana-mana dan senjata ada di kamar sebelah. Sebuah laptop diletakkan di atas meja, dan militan tiba-tiba menjadi marah dengan apa yang mereka temukan. "Mereka bekerja sama dengan Nusayris dan Majuses," - kata salah satu dari mereka. "Allah akan membalas dendam pada orang-orang murtad ini," - menanggapi juru kamera.
Rekaman ini difilmkan oleh militan kelompok HTS yang diakui sebagai organisasi teroris di AS, Uni Eropa dan Rusia. Mereka yang disebut "murtad", adalah anggota kelompok lain yang bernama "Harakat Nour ad-Din al-Zenki". Kebencian terhadap teroris HTS disebabkan oleh e-mail yang mereka temukan, yang berisi informasi berikut: kepemimpinan "Nour al-Din az-Zenki" meminta militer Rusia untuk membantu mengalahkan HTS, "tulis laporan tersebut.

Kerugian jihad terus meningkat saat tentara Suriah mendekati kota strategis di Idlib - peta


BEIRUT, LEBANON (10:00 AM) - Angkatan Laut Suriah Suriah (SAA) melanjutkan serangan besar-besaran mereka di desa tenggara Idlib Governorate, kemarin, menangkap beberapa lokasi dari pemberontak jihad Hay'at Tahrir Al-Sham dan Jaysh Al-'Izza.
Dipimpin oleh unsur-unsur Pasukan Harimau dan Divisi Mekanik ke-4, Tentara Suriah mengamankan daerah sekitar Um Hariteen dan Tal Al-Tawella setelah pertempuran sengit dengan pemberontak jihad.
Setelah serangan tentara Suriah, pemberontak jihad berusaha untuk memulihkan wilayah yang mereka hilang; Namun, itu terlalu sedikit terlambat, karena HTS dan Jaysh Al-'Izza terpaksa mundur lebih jauh ke utara.
Menurut sumber militer di Hama, Tentara Suriah membunuh lebih dari 20 gerilyawan selama serangan jihad, termasuk beberapa anggota Jaysh Al-'izza.
Tidak lama setelah menolak serangan tersebut, Unit Misi Khusus Suriah berhasil menyelinap di belakang garis musuh di tenggara Idlib untuk menangkap empat militan dan senjata mereka sebelum kembali ke tempat yang aman.
Tentara Suriah sekarang mendekati kota strategis 'Atshan, yang terletak di utara poros Hama.

Lebih dari 100 orang ingin menyerahkan diri di Aleppo


Sekitar 100 orang termasuk militan dan warga sipil, yang bekerja dengan kelompok-kelompok bersenjata ilegal, menyerahkan diri kepada pihak berwenang Suriah dalam kerangka program rekonsiliasi nasional, sebuah sumber di milisi provinsi Aleppo mengatakan kepada Sputnik.

Rabu, 27 Desember 2017

Protokol Zionis


Hasil gambar untuk protokol zionis

Habib Muhammad Rizieq Syihab
Imam Besar FPI
ZIONIS dari kata Zion yang diambil dari Taurat sebagai sebutan untuk bumi Yerusalem dan bangsa Israel. Zionis adalah nama Gerakan Politik untuk membangun Kerajaan Israel Raya dengan agama Yahudi sebagai agama negara.
Dan kata ISRAEL sendiri pada mulanya adalah nama bagi Nabi Ya'qub AS, yang kemudian keturunan beliau disebut dengan BANI ISRAEL. Namun kini, kata Israel sudah dibakukan sebagai nama Negara dan Bangsa.
Istilah Zionis pertama kali diperkenalkan oleh Nathan Birnbaum pada tahun 1890. Lalu dipopulerkan oleh Theodore Hertzel melalui bukunya yang berjudul A Jewish State pada tahun 1896.
Selanjutnya, dikukuhkan dalam Kongres Zionis Pertama di Basel – Swiss pada tahun 1897, yang melahirkan Protokol Zionis yang dalam bahasa Inggris disebut The Protocols of Zion. Kongres tersebut juga membentuk Organisasi Zionis Dunia (World Zionist Organization) yang diketuai oleh Hertzel.
Lalu pada tahun 1921, protokol tersebut bocor dan sampai ke tangan Pendeta Orthodox Rusia, Sergey Nylos, yang kemudian menerjemahkannya ke dalam bahasa Rusia. Dan pada tahun 1927, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh wartawan Inggris, Victor E Marden, dengan judul ”The Protocols of The Learned Elders of Zion”.

Israel, Yahudi, Zionis, Freemasonry dan Illuminati

Simbol Illuminati (ilustrasi)
Habib Muhammad Rizieq Syihab
Imam Besar Front Pembela Islam
Bismillaah wal Hamdulillaah ...
Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah ...
Istilah Israel, Yahudi, Zionis, Freemasonry dan Illuminati sering terdengar, dan memang satu sama lainnya saling berkaitan erat.
ISRAEL adalah nama bangsa yang dalam sejarahnya sering membunuh para Nabi dan Rasul serta orang Sholeh. Dan kini dijadikan sebagai nama negara.
YAHUDI adalah nama agama yang dianut bangsa Israel dan "diklaim" sebagai pengikut Nabi Musa AS dengan kitab Suci Taurat yang kini sudah tidak asli lagi.
ZIONIS ialah gerakan politik Yahudi Israel untuk membangun Kerajaan Israel Raya dengan Yahudi sebagai Agama Negara.
FREEMASONRY ialah Organisasi Rahasia Yahudi tertua dan sangat berpengaruh serta paling berbahaya, untuk melindungi kepentingan Yahudi di seluruh Dunia.
ILLUMINATI adalah Kelompok Konspirasi Yahudi Internasional yang bertujuan tidak hanya mendirikan Negara Israel, tapi juga mendirikan Tatanan Dunia Baru (New World Order).
KARAKTER YAHUDI
Allah SWT menginformasikan melalui Surat Al-Baqarah ayat 120 bahwa Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan ridho kepada umat Islam hingga mau mengikuti agama mereka.
Lalu, dalam Surat Al-Maa-idah ayat 82, Allah SWT menyatakan bahwa Yahudi adalah yang paling keras permusuhannya terhadap Islam.
Jadi, sudah merupakan Karakter Yahudi untuk memusuhi Islam, bahkan permusuhan Yahudi terhadap Islam lebih keras dibandingkan permusuhan Nashrani terhadap Islam.
Selain itu, Yahudi Bani Israil terkenal dengan kezoliman mereka terhadap para Nabi dan Rasul, sehingga mereka menjadi terkutuk, sebagaimana Allah SWT firmankan dalam Surat Aali 'Imraan ayat 112.
Informasi ilahi tentang karakter dan perilaku Yahudi pasti benar dan tidak mungkin meleset.

Tantangan dan Solusi Toleransi Antarumat Islam


Hasil gambar untuk habib umar bin hafidz dan syiah

Habib Muhammad Rizieq Syihab
Imam Besar FPI



Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

Upaya membangun peradaban dialog untuk mewujudkan toleransi antarumat Islam selama ini memiliki tantangan dan halangan yang cukup berat, antara lain :

1. Adanya ”kelompok ekstrem” dari berbagai kelompok Islam yang suka mengkafirkan sesama muslim yang tidak sependapat dengan mereka, sehingga mereka selalu menolak upaya wihdah atau taqrib atau tasaamuh antarmadzhab Islam, bahkan dialog pun mereka tolak, karena mereka hanya menganggap madzhabnya saja yang Islam, sedang selainnya kafir.

2. Adanya ”ketidak-tulusan” dari sementara kelompok Islam dalam membangun peradaban dialog, sehingga ada di antara mereka yang menjadikan upaya wihdah dan taqrib hanya sebagai peluang untuk menyebarluaskan paham kelompoknya di tengah kelompok yang lain.

3. Adanya ”kepentingan politik” lokal mau pun global yang sering melakukan menejment konflik antarmadzhab melalui operasi intelijen.

4. Adanya ”kesalahpahaman” terhadap istilah wihdah dan taqrib, sebagian orang menganggap bahwa upaya wihdah atau taqrib merupakan upaya menyatukan madzhab atau menghilangkan suatu madzhab dan menggiring kaum muslimin ke madzhab tertentu.

5. Kurangnya ”sosialisasi” hasil-hasil muktamar antarmadzhab ke tingkat akar rumput, sehingga masyarakat awam masih banyak yang tidak paham tentang etika pergaulan lintas aliran dalam Islam yang disepakati oleh ulama mereka.

Toleransi Ahlussunnah wal Jamaah


Hasil gambar untuk ulama besar ahlussunnah wal jamaah
Habib Muhammad Rizieq Syihab
Imam Besar FPI

Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah sepanjang zaman tidak pernah berhenti mengkritisi segala bentuk penyimpangan Firqoh di luar Aswaja, dengan cara ilmiah dan penuh hikmah. Ulama Aswaja tidak pernah menutup pintu Dialog Lintas Madzhab dan Firqoh Islam, bahkan Dialog Lintas Agama sekali pun telah sejak lama menjadi bagian Da'wah penting Aswaja.

Semangat Ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah untuk Taqrib (pendekatan antar Madzhab Islam) dan Wihdah (persatuan umat Islam) serta Tasaamuh (Toleransi Antar Umat Islam), tidak hanya terbatas pada tataran wacana, akan tetapi sejak lama sudah menjadi bagian dari perjuangan da’wah mereka.

Bahkan dari kalangan Aswaja pernah lahir fatwa dari seorang Ulama sekelas Syeikh Mahmud Syaltut rhm tentang bolehnya ta’abbud dengan cara madzhab di luar Aswaja, yaitu Madzhab Ja’fari. Dan fatwa serupa juga dikeluarkan oleh Mufti Mesir Syeikh Ali Jum’ah. Hal seperti ini tidak pernah terjadi di kalangan luar Aswaja, karena memang tidak pernah ada seorang Ulama pun yang sekaliber Syeikh Mahmud Syaltut atau Syeikh Ali Jum’ah dari kalangan Non Ahlus Sunnah wal Jama’ah, seperti Syi’ah atau Wahabi, yang berfatwa tentang bolehnya ta’abbud dengan cara Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Ushul dan Furu'

Hasil gambar untuk tree art

Assalaamu 'Alaikum Wa Rohmatullaahi Wa Barokaatuh ...
Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...
Salah satu penyebab Takfir antara kaum muslimin dari aneka ragam Madzhab dan Firqoh adalah ketidak-mampuan kebanyakan awam umat Islam dalam membedakan antara Ushuluddin dan Furu’uddin.
Ushuluddin adalah pokok-pokok / dasar-dasar ajaran agama Islam yang sangat prinsip dan amat mendasar serta fundamental, baik terkait Aqidah, Syariat mau pun Akhlaq, karena berdiri di atas dalil qoth’i yang mutlak benar, yaitu yang keyakinan kebenarannya mencapai tingkat kepastian, sehingga tidak diperkenankan adanya perbedaan. Setiap perbedaan dalam Ushul merupakan Inhiraf yaitu penyimpangan yang wajib diluruskan.
Sedang Furu’uddin adalah cabang-cabang / ranting-ranting ajaran agama Islam yang sangat penting tapi tidak prinsip dan tidak mendasar serta tidak fundamental, baik terkait Aqidah, Syariat mau pun Akhlaq, karena berdiri di atas dalil zhonni yang tidak mutlak benar, yaitu yang keyakinan kebenarannya tidak mencapai tingkat kepastian, sehingga diperkenankan adanya perbedaan selama ada dalil syar’i yang mu’tabar. Setiap perbedaan dalam Furu’ merupakan Ikhtilaf yaitu khilafiyah yang wajib dihargai.
Baik Ushuluddin mau pun Furu’uddin sama-sama harus berdiri di atas Dalil Syar’i, Jika tidak ada Dalil Syar’i, maka menjadi Penyimpangan, baik dalam Ushul mau pun Furu’. Karenanya, peranan Dalil Syar’i dalam Ushul dan Furu’ sangat penting dan amat menentukan.

Selasa, 26 Desember 2017

Misionaris Mazhab

Hasil gambar untuk syiah vs wahabi

Habib Muhammad Rizieq Syihab
Imam Besar FPI


Bismillaah Wal Hamdulillaah ...
Wash-sholaatu Was-salaamu 'Alaa Rasuulillaah ...
Wa 'Alaa Aalihi Wa Shohbihi Wa Man Waalaah ...

Fakta yang tidak bisa dipungkiri, bahwa pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta sejak akhir tahun 1970-an hingga kini telah membagikan bea siswa kepada ribuan pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah ke berbagai Universitas di Saudi.

Dan pemerintah Republik Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta sejak awal tahun 1980-an pasca Revolusi Iran hingga kini, juga telah membagikan bea siswa kepada ribuan pelajar Indonesia untuk melanjutkan kuliah ke berbagai Universitas dan Hauzah (-sejenis pesantren-) di Iran.